Langsung ke konten utama
PERILAKU HIDUP MENENTUKAN KEJADIAN SCABIES.
NAMA : LUCY AZZAHRA AFRILIA
NIM : C1AA18062

       Penyakit scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau Sarcoptes scabei yang berupaya membentuk terowongan di bawah kulit dan dapat ditularkan lewat kontak langsung manusia.
       Tanda dan gejala yang langsung di rasakan oleh penderita scabies adalah gatal. Rasa gatal semakin hebat pada waktu malam hari atau ketika cuaca panas serta penderita berkeringat .


       Perubahan perilaku sangat penting untuk keberhasilan intervensi kontrol dan pentinhnya perwatan dini untuk menhentikan transmisi. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama dalam hal sanitasi yang buruk dan personal hygiene buruk menjadi faktor resiko tingginya angka penyebaran penyakit scabies. Adapun faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya scabies yaitu usia, pengetahuan, sikap, perilaku, kelembaban udara, pencahyaan alami, suhu, ventilasi.
       Penyakit scabies ini penyakit kulit dengan insidensi dan prevalensi yang tinggi di seluruh dunia, terutama di daerah beriklim tropis dan subtropis seperti Afrika, Amerika selatan , Karibia, Australia Tengah, Australia Selatan dan Asia.
Prevalensi scabies di seluruh dunia dilaporkan sekitar 300 juta kasus per tahun. Pada negara industri seperti di Jerman, skabies terjadi secara sporadik atau dalam bentuk endemik yang panjang. Prevalensi scabies di India 20,4%, di Nigeria 28,6%,
Australia dan Negara di Oceania dengan prevalensi 30%, Malaysia sebesar 31% .
Prevalensi scabies di Indonesia sebesar 4,6%-12,95% dan merupakan urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering yang terjadi di masyarakat, terutama di daerah pemukiman padat penghuni seperti TPA (Taman Pendidikan Anak), penjara, barak, rumah susun, dan pondok pesantren.




       Faktor risiko independen untuk keberadaan scabies ini dewasa muda lebih berisiko terkena scabies, sedangkan faktor yang berperan pada tingginya prevalensi scabies di negara berkembang terkait dengan kemiskinan yang diasosiasikan dengan rendahnya tingkat kebersihan, akses air yang sulit, dan kepadatan hunian.
Pondok pesantren dinilai sebagai tempat dengan angka penularan scabies yang cukup tinggi.
       Indikator perilaku hidup bersih dan sehat di Pondok Pesantren untuk mencegah terjadinya penyakit scabies antara lain : menjaga kebersihan perorangan (seperti kebersihan badan, kuku dan pakaian), kebersihan bak penampungan air dan penggunaan air bersih untuk kebutuhan  (seperti mandi dan berwudhu), penggunaan jamban, kebersihan asrama tempat tinggal (seperti kebersihan tempat tidur), kebersihan halaman dan ruang belajar, dan adanya kegiatan poskestren (Pos Kesehatan Pesantren).
       PHBS merupakan usaha untuk membiasakan masyarakat berperilaku sehat dan bersih guna mengidentifikasi masalah dan derajat kesehatannya, serta mampu menanggulangi, memelihara, meningkatkan dan menjaga kesehatan.
PHBS di pesantren merupakan gabungan dari tatanan lembaga pembelajaran dan susunan rumah tangga yang berusaha membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat untuk santri, pengajar dan pengasuh pesantren supaya bisa mengidentifikasi dan menangani masalah-masalah kesehatan di kawasan
pesantren dan sekitarnya.
       Factor pemicu terjadinya scabies  :
#Faktor personal hygiene yang buruk
#Faktor interaksi atau sentuhan fisik antar
individu baik langsung maupun tidak langsung
#Faktor sanitasi, Penyediaan air bersih yang kurang memadai juga menyebabkan scabies
#Faktor lainnya yaitu karakteristik jenis kelamin.
       Scabies sering diabaikan karena tidak mengancam jiwa sehingga prioritas penanganannya rendah, namun sebenarnya scabies kronis dan berat dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Skabies menimbulkan ketidaknyamanan karena menimbulkan lesi yang sangat gatal.
Lesi skabies umumnya terdapat di pergelangan tangan, sela jari, siku, lipatan aksila depan, lipatan paha, kelamin, aerola, dan bokong. Selain menimbulkan ketidaknyamanan scabies ini membuat penderitanya mudah lelah dan gelisah karena rasa gatal , adanya perasaan malu karena timbulnya scabies mempengaruhi penampilan .
       Penularan scabies yang berkelanjutan dalam masyarakat terkait dengan keterlambatan pengobatan, sebagai akibat dari diagnosis yang tertunda ,akses yang buruk ke pengobatan, ketidakpatuhan dengan perawatan atau kegagalan untuk memperlakukan kontak rumah tangga.
       Pengobatan scabies mudah dilakukan dengan cure rute yang tinggi namun jika tidak secara masal dan serentak maka rekuensi akan segera terjadi . Pengobat dapat juga melalui penyuluhan kesehatan, penyuluhan kesehatan tersebut perlu diberikan kepada semua penderita scabies , dan pemeriksaan scabies ini dilakukan dengan mengamati tempat predileksi, terutama bokong dan sela-sela jari tangan. Pengendalian dan pencegahan dengan kemoterapi membutuhkan layanan kesehatan masyarakat dan sumberdaya rumah.


Referensi :


Ibadurrahim, H, Veronica, S, Nugrohowati, N. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit scabies pada santri di pondok pesantren qotrun nada cipayung depok februari tahun 2016. Jurnal Profesi Medika ISSN 0216-3438 VO. 10,  NO. 1, januari-juni 2016.

Lutfha, H, Nikmah, SA. Perilaku hidup menentukan kejadian scabies. jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 9 No 1, Hal 35 - 41, Januari 2019sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal.

Ratnasari, AF, Sungkar, S. prevalensi scabies dan factor-faktor yang berhubungan . Vol.2, No. 1, April 2014.

Arisandi, Y, Anwar, C, salni, Purnama, DH, Novrikasari, Ghiffari, A. The dominant factors of scabies incidence in two Islamic boarding school student, south sumatera, Indonesia. E3S Web of Conferences 6 8 10 1st SRICOENV 2018.https://doi.org/10.1051/e3sconf /2018680101 .

Lopes, MJ. Silva, ETD,  Ca, J, Goncalves, A, Rodrigues, A, Mandjubas, C, Nakutum, J, D’Allesandro, U, Achan, J, Logan, J, Bailey, R, Last, A, Walker, S, Marks, M. http://dx.doi.org/10.1101/574327, CC-BY 4.0 International license.



Komentar

  1. terima kasih mba atas pengetahuan nya😅

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali tante 🙏

    BalasHapus
  3. Terima kasih kaka pengetahuan nyaa bermanfaat sekali kaka

    BalasHapus
  4. Sangat membantu semoga kamu semakin pintar dalam bidang memanah

    BalasHapus
  5. Serem juga ya walaupun gk sampai mengancam jiwa

    BalasHapus
  6. Menurut saya bukan hanya di pesantren, namun juga dilingkungan orang yg tinggal di jalanan.

    BalasHapus
  7. Semoga mendapatkan nilai bagus

    BalasHapus
  8. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi allah aminn

    BalasHapus
  9. mantap sangat bermanfaat makasih atas infonya

    BalasHapus
  10. Sangat berfaidah , semoga bisa memanusiakan manusia di indonesia

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat buat orang yang awam, cuman kurang gambar aja kalau ada gambar bisa tau gimana si penyakit sama hewannya:)

    BalasHapus
  12. Scabies sendiri ciri2nya kek gmna sih mba?? Saya gatau :D

    BalasHapus
  13. Sangat bermanfaat kak 🙏 makasih atas pengetahuan nya

    BalasHapus
  14. Kita bisa menilai progres pembelajaran dengan seberapa berani pertanyaan kita, seberapa dalam jawaban kita, kesediaan kita menerima kebenaran daripada hal-hal yang membuat kita merasa senang
    #sangat bermanfaat ilmu nya

    BalasHapus
  15. Wahhh ini keren kak, Manfaat banget

    BalasHapus
  16. Menambah pengetahuan saya🙏

    BalasHapus
  17. Terima Kasih Bermanfaat sekali,
    *Yang terpenting
    ( Lamun ateul Garo)
    Saya pernah merasakan scabies ini Rasanya SANGAT GATAL seperti lihat MANTAN.
    Pengobatan saya sampai bisa sembuh karna Ke klinik dokter kulit ,Ke cikundul, Ke laut.
    Hasilnya sangat bagus setelah mengunjungi 3 tempat tersebut saya menjadi merasa Lebih gatal dan uang saya menipis.😊



    BalasHapus
  18. trima ksih,,sangat bermanfaat,,

    BalasHapus
  19. Wah bagus bnget ini. Sangat bermanfaat👍🏻

    BalasHapus
  20. Terimakasih atas informasinya

    BalasHapus
  21. Hatur nuhunn kangge pengetahuan baruna :)

    BalasHapus
  22. Terima kasih atas infonya yg sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYAKIT KUSTA

 KUSTA Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 sampai dengan 2017 secara nasional menduduki peringkat ke-3, yakni pada tahun 2015 ditemukan 1.150 kasus, tahun 2016 ditemukan 1.042 kasus, lalu pada tahun 2017 ditemukan 1.103 kasus, dan pada tahun 2018 ditemukan 1.445 kasus baru kusta (Kementerian Kesehatan RI, 2019) dalam (Rokhmah, 2020). Kusta atau lepra adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kurang lebih 200,000 kasus yang terdeteksi setiap tahun. Pada awal infeksi, bakteri tersebut menyerang saraf tepi, dan selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang dan juga testis. Oleh karena, bila tidak tertangani dengan baik maka kusta berisiko menyeba...